Kamis, 21 Oktober 2010

Tugas 2 Relativisme Etika (Filsafat Etika)

Relativisme

Secara umum Relativisme dapat didefinisikan sebagai penolakan terhadap bentuk kebenaran universal tertentu. Dengan definisi ini, mungkin saja terdapat berbagai bentuk relativisme. Relativisme dapat dibahas di berbagai bidang. Kesamaan yang dimiliki oleh semua bentuk atau subbentuk relativisme adalah keyakinan bahwa sesuatu (misalnya, pengetahuan atau moralitas) bersifat relative terhadap prinsip tertentu dan penolakan bahwa prinsip itu mutlak benar.
perbedaan antara bentuk dan subbentuk ini terkait erat dnegan perbedaan objek-objek (antara berbagai bentuk) dan perbedaan prinsip (antara berbagai subbentuk, semisal perbedaan antara relativisme etika individual, yang menjadikan kerangka etika sebagai varian individual dan relativisme etika sosial yang menjadikan kerangka etika sebagai varian sosial.

Relativisme Etika

Ada beragam difinisi relativisme etika yang dikemukakan oleh berbagai penulis. Menurut pengertian yang lazim, relativisme etika adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara universal; kebenaran semua prinsip moral bersifat relative terhadap budaya atau pilihan individu. Persoalan pada definisi semacam ini adalah bahwa ia tidaklah komprehensif. Ada pelbagai bentuk dan versi relativisme etika dan definisi ini dianggap memadai hanya untuk satu bentuk relativisme etika, yang nanti kita sebut sebagai relativisme “meta-etis”.

Persoalan lain adalah bahwa orang- orang dengan kedudukan yang berbeda sering kali mendefinisikan relativisme secara berbeda. Persoalan ini membuat para tokoh semacam Mark P. Whitaker menyatakan bahwa mendefinisikan relativisme berarti mengambil posisi dalam kontroversi seputar relativisme.

Definisi relativisme etika yang tepat harus mempertimbangkan relativisme etika yang lebih dari sekadar klaim sederhana bahwa manusia mungkin saja memiliki putusan moral yang berbeda dalam berbagai kasus atau klaim bahwa berbagai pandangan moral yang saling bertentangan mungkin saja benar. Sebuah definisi yang tepat juga harus komprehensif dan bebas dari ketergantungan pada posisi tertentu dalam perdebatan relativisme etika. Karena luar biasa sulit (atau mungkin mustahil) untuk menyajikan sebuah difinisi relativisme etika yang tunggal,komprehensif, netra dan terpercaya, saya kira lebih baik merasa puas dengan sebuah difinisi umum yang tidak terlalu pasti dan secara substansial mendefinisikan berbagai bentuk secara terpisah.



Shomali Mohammad A.2001. Relativisme Etika, Jakarta: Serambi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar