Minggu, 27 Maret 2011

Peta Perekonomian Indonesia

A.     Keadaan Geografis Indonesia
Kenyataan yang pertama harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- 195 sampai dengan 200 juta Ha. Keadaan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Bnyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil- hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari,oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebutdapat menjadi sumber penerimaan Negara andalan melalui industry pariwisata.
Namun kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang ada di setiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Demikian pula juga jika masing banyak pihak luar yang secara illegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak- pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dari pihak- pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.
B.      Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantranya bahwa :
a.       Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian, yang tinggal di pedesaan denganmata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan dan sejenisnya.
b.      Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolute masih dominan, namun jika disbanding dengan sektor- sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam prosentase.
c.       Yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relative tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain, sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industry (kota). Jika ini tidak segera ditindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect (kekuatan menyebar) akan selalu lebih kecil dari back- wash effect (mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya).
Langkah- langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :
a.       Memperbaiki kehidupan penduduk/ petatin dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarananya bidang pertanian
b.      Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
c.       Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
d.      Menunjang kegiatan transmigrasi

C.      Sumber Daya Manusia
Jika kita tengok sejarah mengenai pertumbuhan penduduk di Indonesia sebelum Orde baru, pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi =/- 2,8%. Dan setelah pemerintahaan Orde Baru menyadari bahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan Rpelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1 % sampai dengan 2,3% dan 1,9% diperkirakan untuk repelita selanjutnya.
Sebagai salah satu Negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumberdaya manusia, diantaranya :
a.       Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi
b.      Penyebaran yang kurang merata
c.       Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu penduduk yang masih relatif rendah
Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancer. Akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena kebutuhan hidup “tidak bias” menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk mebekali dan mempersiapkan tenaga- tenaga kerja muda di Indoensia dengan pedidikan formal maupun informal, dengan ketrampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak. Langkah- langkah yang akan dan telah dapat ditempuh pemerintah utnuk mengatasi hal ini adalah:
a.       Meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum (general), untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan. Sehingga lulusan yang dihasilkan menjadi lulusan yang siap kerja dan bukannya siap latih kembali
b.      Menciptakan sarana dan prasaranya pendidikan yang lebih medukung langkah pertama



D.      Investasi

Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersedia atau mencukupi ?
Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus- menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya- upaya tambahan guan membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya- upaya tersebut adalah :
a.       Lebih mengembangkan ekspor komoditi non- migas, sehingga secara absolute dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahaan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komiditi- komoditi yang akan diekspor tersebut.
b.      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas
c.       Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang akan masuk di Indonesia
d.      Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatkan dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar