Rabu, 11 Mei 2011

Perdagangan Internasional : ACFTA

Pada pertengahan 1980-an, preferential trading arrangements (PTA) berkembang sebagai pelengkap dari kerjsama internasional. Berbeda dengan kerjasama internasional, PTA melibatkan dua atau beberapa negara. Berdasarkan teori PTA, sebagaimana dipaparkan oleh Kemp dan Vanek, dampak dari dua atau beberapa negara yang membentuk custom unions adalah meningkatnya kesejahteraan dari negara- negara yang tergabung dalam union tersebut dan tidak menyebabkan turunnya kesejahteraan negara- negara di luar union tersebut. Hal ini dibuktikan dalam studi yang dilakukan oleh Ohyama dan Kemp dan Wan. Ketimbang menetapkan common external tariff, pola PTA yang lebih banyak berkembang adalah penghasilan hambatan dagang intra atau dikenal sebagai Free Trade Agreement  (FTA). Beberapa FTA yang telah berjalan yaitu Nort American Free Trade Area (NAFTA), European Economic Area (EEA), African Free Trade Zone (AFTZ) dan South Asia Free Trade Agreement  (SAFTA).

Demikian juga dengan Indonesia yang telah melakukan kerjasama perdagangan baik yang bersifat bilateral, regional maupun internasional. Meskipun keterlibatan Indonesia dalam berbagai kerjsama perdagangan tersebut memberikan tantangan terhadap produk dalam negeri, tujuan dari semua perjanjian tersebut adalah adanya dampak positif bagi perekonomian negara- negara yang terlibat dan ekonomi Indonesia pada khususnya.

Terkait dengan kawasan regional, Indonesia tergabung dalam ASEAN Free Trade Area ( AFTA) yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1992. Dalam perkembangannya, kerjasama diperluas dengan melibatkan berbagai negara lainnya termasuk dengan Cina yang dikenal sebagai ACFTA. Secara khusus, keterlibatan Indonesia dalam ACFTA perlu untuk dicermati lebih lanjut. hal ini terkait dengan banyuak faktor seperti kesiapan produk dalam negeri menghadapi serangan barang impor dari Cina, serta potensi pasar ASEAN yang menjadi berkurang. dari berbagai literatur studi yang ada, telah banyak diulas dampak ACFTA dari berbagai dimensi dan alat analisis. Penelitian ini diharapkan menadi salah satu pelengkap studi dampak ACFTA dengan nilai tambah baru. dengan dmeikian, informasi yang terkait dengan studi perdagangan pasar ACFTA semakin lengkap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar